Setelah Allah S.W.T menciptakan bumi, langit, malaikat - malaikatnya; Allah mahu menciptakan pula sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi busi serta memeliharanya.
Para malaikat ketika dikhabarkan oleh Allah akan kehendak-Nya menciptakan makhluk itu, mereka risau sekiranya kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu akan menyebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadat dan menjalankan tugas atau kerana pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disedari.
Berkata malaikat kepada Allah S.W.T. :
"Wahai Tuhan kami! Untuk apa Tuhan menciptakan makluk lain selain kami, padahal kami selalu tasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti - henti, sedangkan makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, nescaya akan bertengkaran satu sama lain, akan saling bunuh - membunuh kerana berebut untuk menguasai kekayaan alam yang terlihat di atasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadi kerosakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman, menghilangkan kekuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendiri yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya, maka bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, kerana Allah S.W.T melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya." [Al-Baqarah 2:30]
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah S.W.T dari segumpal tanah liat yang kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkan roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.
continue : Kesombongan Iblis

No comments:
Post a Comment